JANGAN INSECURE, DAN TETAPLAH BERSYUKUR
Dakwah mengenai "jangan insecure, tetaplah bersyukur" dapat dimulai dengan mengajak kita merenungi tentang pentingnya bersyukur atas apa yang telah Allah berikan. Insecurity sering kali muncul ketika kita membandingkan diri dengan orang lain, merasa kurang, atau tidak puas dengan apa yang kita miliki. Padahal, Allah telah memberikan setiap manusia rezeki, kemampuan, dan kelebihan yang berbeda-beda.
Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 7,
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." Ayat ini mengajarkan kita bahwa rasa syukur adalah kunci untuk mendapatkan lebih banyak nikmat dan ketenangan batin.
Ketika kita hanya fokus kepada kekurangan atau sesuatu yang kita anggap sebagai kelmahan atau kekurangan, maka kita mudah terjebak dalam perasaan Insecure. Namun, ketika kita melihat hal yang telah kita miliki dan mensyukurinya, maka hati kita akan lebih tenang dan damai. Syukur juga mengajarkan kita untuk menghargai proses hidup kita sendiri, tanpa terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.
Selain itu, dalam islam, keindahan seseorang bukan hanya terletak pada penampilan fisik, tetapi juga terletak pada akhlak dan ketakwaan. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnys Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan hartamu, tetapi dia melihat kepada hati dan amalmu. (HR. Muslim).
Dari pada kita terlalu larut dalam rasa Insicure, marilah kita fokuf untuk memperbaiki hati dan amal kita, serta terus bersyukur atas setiap nikmat yang telah diberikan Allah. Dengan itu kita akan selalu merasa lebih percaya diri dan mendapatkan keberkahan dalam hidup kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar